Ganggusan Perkembangan Dan Perilaku Pada Bayi Prematur Jangka Panjang

Ganggusan Perkembangan Dan Perilaku Pada Bayi Prematur Jangka Panjang

<pendengaran dan=”” penglihatan

  • Gamgguan pendrngaran.Diketahui, sebagian bayi prematur yang lahir dengan berat kurang dari 1,5 kg memilliki kelainan di bagian perifer atau pusat pendengaran atau keduanya. Ada pula risiko yang lebih tinggi, yaitu hilangnya daya dengar. Bayi prematur juga memiliki risiko retinopati prematuritas, yaitu kondisi yang menyebabkan pembuluh darah membengkak dan menimbulkan  kelainan lapisan saraf di retina mata. Hal ini dapat menyebabkan lepasnya retina dari posisi normal yang jika tidak ditangani dengan tepat, dapat menyebabkan kebutaan.
  • Kemampuan bahasa. Banyak studi yang menemukan adanya gangguan perkembangan bahasa pada bayi prematur dengan atau tanpa  berat badan lahir rendah dibandingkan dengan bayi yang terlahir normal. Sebagian besar bayi prematur mengalami masalah bahasa selama beberapa tahun awal sejak kelahiran, termasuk pemahaman kalimat, mengekspresikan diri melalui bahasa, mengolah kata, artikulasi (pengucapan), dan lain-lain. Begitu sang anak mencapai usia sekolah, anak dengan riwayat kelahiran prematur akan mengalami disabilitas dalam belajar, nilai yang jelek pada mata pelajaran membaca, mengeja, menulis, matematika, dan kesulitan dalam  melakukan fungsi eksekutif berupa proses untuk mengorganisasi dan menyatukan serpihan-serpihan informasi.
  • Psikomotorik dan perilaku. Penelitian di sekolah membandingkan  anak usia 7-8 tahun yang lahir sebelum usia kandungan 32 minggu dengan anak seusia yang lahir normal. Hasilnya menunjukkan anak-anak yang lahir prematur lebih banyak mengalami gangguan motorik, meski tingkat intelegensia normal. Selain itu, bayi yang lahir prematur memiliki kecenderungan berperilaku hiperaktif, lebih impulsif, perhatiannya mudah teralihkan, kurang terorganisir, dan kurang tekun. Demikian juga, kemungkinan anak prematur mengalami Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) lebih tinggi dibanding anak yang lahir normal.
  • Kemampuan kognitif. Studi mengindikasikan bahwa anak yang lahir prematur, memiliki risiko mengalami gangguan belajar saat usia sekolah dasar. Beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain gangguan menggunakan bahasa sebagai cara berekspresi, kesulitan memusatkan perhatian, dan juga kelemahan pada kecerdasan visual motorik serta visual spasial. Meski demikian, penelitian ini belum mencakup kemampuan kognitif pada masa dewasa.
  • Perkembangan emosional. Berdasarkan sebuah penelitian, remaja yang lahir pada usia kandungan sebelum 29 minggu memiliki lebih banyak masalah emosional dengan orang tua, guru, maupun teman-teman sebayanya. Meski kondisi ini tidak mengarah pada masalah yang lebih serius, misalnya depresi atau penyalahgunaan obat terlarang.
  • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN  Pada bayi tampak mudah kagetbila ada suara keras. Saat menangis : tangan, kaki dan bibir sering gemetar atau napas tertahan/berhenti sesaat (breath holding spell). Mata bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak terus tidak bisa dibedong/diselimuti. Senang posisi berdiri bila digendong, sering minta turun atau sering menggerakkan kepala ke belakang, membenturkan kepala. Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}. Pada anak Balita tampak anak tidak bisa diam bergerak terus.  ”Tomboy” pada anak perempuan : main bola, memanjat, main mobil-mobilan dll.
  • GANGGUAN TIDUR MALAM : tidur larut malam, bolak-balik ujung ke ujung,“nungging”, berbicara, tertawa,berteriak saat tidur, sering terbangun duduk saat tidur,mimpi buruk, “beradu gigi”(bruxism)
  • AGRESIF MENINGKAT sering memukul kepala sendiri, orang lain. Sering menggigit, menjilat, mencubit, menjambak (spt “gemes”)
  • GANGGUAN KONSENTRASI: cepat bosan sesuatu aktifitas kecuali menonton televisi,main game, baca komik, belajar. Mengerjakan sesuatu  tidak bisa lama, tidak teliti, sering kehilangan barang, tidak mau antri, pelupa, suka “bengong”, TAPI ANAK SEBENARNYA CERDAS
  • EMOSI TINGGI (mudah marah, sering berteriak /mengamuk/tantrum), keras kepala, negatifisme
  • GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK : Terlambat bolak-balik, duduk, merangkak dan berjalan. Jalan terburu-buru, mudah terjatuh/ menabrak, duduk leter ”W”, ”pincang” sesaatGANGGUAN SENSORIS : sensitif terhadap suara (frekuensi tinggi) , cahaya (silau), raba (jalan jinjit, flat foot, mudah geli, mudah jijik)
  • GANGGUAN ORAL MOTOR : GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH, tidak bisa  makan makanan berserat (daging sapi, sayur, nasi) Disertai keterlambatan pertumbuhan gigi.  Pada sebagian anak terjadi TERLAMBAT BICARA, bicara terburu-buru, cadel, gagap.IMPULSIF : banyak bicara,tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain
  • SUSUNAN SARAF PUSAT : sakit kepala, MIGRAIN, TICS (gerakan mata sering berkedip), , KEJANG NONSPESIFIK (kejang tanpa demam & EEG normal).

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s